Cara Mudah Menjadi Kreatif (2)

Posted: 23 Desember 2010 in Artikel Kreatifitas

Kita seringkali berpendapat bahwa kreatif itu jatuh dari sononya. Bahwa sebagian orang terlahir dengan bakat kreatif dan sebagian tidak kreatif, alias biasa-biasa saja.
Kini saatnya pendapat tersebut diralat. Keith Sawyer, Ph.D, seorang profesor psikologi dan pendidikan, menyatakan bahwa setiap orang pada dasarnya adalah kreatif. Menurutnya, kreativitas bukanlah suatu ciri kepribadian seperti halnya IQ. Kreativitas lebih didasarkan pada proses-proses otak sehari-hari, yang kita gunakan dalam melakukan tugas-tugas seperti berkendara di lalu lintas padat, membuat adukan semen dan pasir, mengatur meja makan dan sebagainya.
Ini artinya, kreativitas bisa diusahakan atau dilatihkan. Berikut adalah dua cara mudah yang bisa Anda praktekkan sendiri untuk menjadi orang yang lebih kreatif.
1. Lihatlah ke dalam diri dan cobalah untuk membuka sumbat proses otak sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan melakukan ‘kombinasi’. Anda dapat mencobanya dengan menggabungkan dua konsep atau ide dalam pikiran Anda yang tadinya sama sekali tidak berhubungan.
Contoh yang cukup berhasil adalah gabungan ide antara susu dengan rasa buah. Awalnya tentu agak sulit diterima susu berasa coklat dan vanila. Tapi pada akhirnya, susu pun identik dengan susu putih dan susu coklat (berwarna dan berasa coklat). Hingga ketika pada awalnya muncul susu rasa stroberi pun, orang masih memandangnya aneh. Kenyataannya, sekarang ini susu rasa stroberi pun bisa diterima.
Nah, semakin Anda dapat menggabungkan dua konsep yang hubungannya tampak jauh atau bahkan sama sekali tidak berkaitan, semakin kreatiflah Anda. Bisa jadi Anda telah melakukan inovasi yang berani!

2. Cara kedua mengasah kreativitas adalah dengan memperbanyak diskusi dengan orang-orang di sekitar Anda. Lalu, berkolaborasilah dalam menggodok ide/konsep.
Berdasarkan penelitiannya, Keith Sawyer menyimpulkan bahwa inovasi yang paling bagus dan kreatif biasanya muncul sebagai hasil kerja bersama. Menurut pengamatannya pula, kebanyakan orang merasa bahwa mereka lebih kreatif ketika bekerja dengan sekelompok orang kreatif. Ini tentunya membantah pendapat banyak orang selama ini bahwa kreativitas biasanya muncul dalam masa penyendirian seseorang.
Di lain sisi, barangkali ada argumen yang saling menguatkan. Proses diskusi dengan banyak orang bisa jadi merupakan satu langkah penggodogan ide. Baru kemudian, formulasi atau perumusan ide menjadi lebih tajam/fokus ketika seseorang dalam kesendirian. Jadi dari perspektif ini, antara berdiskusi dan proses menyepi merupakan dua proses yang saling berkaitan.

3. Berpikir di luar kebiasaan (think out’f box)
Artinya, berpikirlah melewati kerangka berpikir yang selama ini terbentuk. Berlatihlah dengan bermain-mainlah dengan barang-barang dan bayangkan fungsi atau nama lain yang mungkin muncul dari benda tersebut. misalnya: sapu ijuk sebagai gitar elektrik atau tisu gulung sebagai jerawat gajah. Latihan ini akan membuat Anda terbiasa melihat sesuatu (benda atau permasalahan) secara berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s